Rabu, 08 Mei 2013

Perilaku Sapi Yang Perlu Diketahui


I. PSIKOLOGI SAPI

Sapi hanyalah Binatang untuk di Pelihara kemudian di Potong dan di Makan, itu adalah sangat Betul. Sapi bukanlah mahluk atau benda yang tak BERPERASAAN, sapi sangat berperasaan dan sangat berpikiran. Itulah sebabnya cara kita se-hari2 dalam menanganinya secara individu, memberi makan serta memeliharanya secara menyeluruh, akan memberikan hasil sifat dan perilaku sapi yang berbeda-beda. Semakin banyak kita mempelajari dan memahami setiap perilaku serta apa yang mendasari perilaku sapi tersebut, kita akan mampu menanganinya dengan jauh lebih baik.

Sapi adalah binatang yang cerdas, selalu ingin tahu, tidak hanya menggunakan instingnya tapi juga pikiran dan perasaannya dalam menghadapi dan mengatasi keadaan yg dihadapinya. Mereka mempunyai daya ingat yang sangat baik, serta kemampuan beradaptasi yang memadai. Dengan memanfaatkan kelebihan tersebut, sapi sangat bisa di latih dan dibiasakan dengan keadaan yg anda inginkan. Perlakukan Sapi secara konsisten, maka mereka akan mengerti apa yang anda inginkan, sebaliknya anda pun akan mengerti apa yang mereka inginkan, sehingga hubungan timbal balik yang harmonis bisa tercipta.

Jika kita lihat di Indonesia bagian Timur tepatnya di Kupang yang pernah penulis lihat dan pelajari. Adalah hal yang biasa jika kita melihat beberapa puluh ekor sapi yg tidak di cucuk hidungnya bahkan tidak di ikat lehernya (sebut Sapi Lepasan), di gembala hanya oleh satu orang dan tidak jarang oleh seorang nenek tua, dengan melakukan perjalanan yang sangat jauh menuju padang rumput luas yang banyak terdapat disana. Begitu juga di daerah lain dan di negara lain hal yang sama sering saya lihat.

Jika di simak dengan lebih teliti, si penggembala selalu dengan sangat konsisten berwibawa dan tegas, menggunakan gerakan yang sama, tekanan suara yang sama saat memberikan suatu perintah atau permintaan, dan puluhan sapi dengan patuhnya mengikuti perintah si Penggembala, bagaikan sepasukan tentara yang dengan taat mengikuti perintah sang Komandan.

Demikian juga jika kita simak para petani yang menggunakan sapi untuk membajak sawahnya, para kusir gerobak sapi di beberapa daerah, mereka tidak menggunakan tali kendali, tapi betul2 hanya menggunakan perintah melalui suara aba-aba dan gerakan tertentu.

Sapi menggunakan insting dan pikiran untuk menghadapi keadaan sehari-harinya, seperti dalam mencari rumput, mencari sumber air mencari jalan pulang, melindungi anaknya, dalam menghadapi ancaman binatang pemangsa, dll.

Sapi bisa tahu dimana sumber air minum berada, namun dia tidak akan mengerti bahwa untuk menuju ke tempat minum yang ada di luar pagar kandangnya, dia harus keluar pagar melalui pintu gerbang dan berputar mengitarinya terlebih dahulu. Insting dan pikirannya akan mengarahkannya untuk berusaha langsung menuju ke sumber air tersebut, sehingga sering tidak berhasil. Namun sekali dia kita latih untuk menuju sumber air melalui jalan yang kita kehendaki, maka dia akan mengngingatnya dan akan selalu melakukannya lagi dengan sangat benar saat menuju tempat minumnya.

Ada sapi yang lebih pintar dari yang lain, ada yang lebih jinak ada juga yang lebih liar dan selalu waspada. Namun semua jenis perilaku itu akan mudah untuk dilatihnya, jika anda secara konsisten menunjukan bahwa “Anda bukan musuh mereka dan tidak akan membahayakan mereka, dan jika mereka menuruti apa perintah serta menuruti rutinitas yang anda kehendaki mereka tidak akan merasa disakiti dan selalu di untungkan”.

Sekali Sapi merasa di sakiti, maka dia akan mengingatnya dengan sangat baik, di lain waktu jika dia “akan” menghadapi situasi yang sama, maka dia akan melakukan reaksi perlawanan untuk membela diri. Sapi yang sejak kecil ditangani dengan halus dan konsisten akan berperilaku jauh lebih kalm/jinak atau “gentle”, dan penurut, dibanding dengan yang di tangani secara kasar secara terus menerus.

Ada yang mengatakan “melihat perilaku anda yang sebenarnya cukup dengan melihat sapi-sapi anda”, peribahasa ini sangatlah benar adanya, anda bisa dan boleh berlagak garang-sangar-model pereman pasar atau sebaliknya anda ingin dinilai halus, penyayang dan penyabar, tapi perilaku sapi yang anda pelihara akan menunjukan siapa dan bagaimana sebenarnya perilaku anda yang asli.

Beberapa landasan keadaan psikologis dan fisik sapi yang perlu di fahami dengan baik:

  1. Fahami reaksi beladirinya (survival response). Sapi dalam evolusi kehidupannya selalu menjadi binatang yang DIMANGSA (prey animal). Dengan mengandalkan indera Penciuman, Penglihatan mereka mendeteksi adanya bahaya dari binatang Pemangsa, kemudian melakukan reaksi/respon dengan cara melarikan diri. Jika sudah merasa terpepet maka dia akan menyerang , walaupun hal ini sangat jarang terjadi
  2. Mereka selalu takut dan hawatir terhadap segala sesuatu yang baru dan belum mereka fahami betul.—ini merupakan dasar psikologis bela diri mereka. Mereka baru akan merasa lebih tenang setelah memahami, bahwa sesuatu yang baru tsb tidak mengancam keselamatan dirinya. Dilingkungan peternakan sesuatu itu bisa berupa, adanya orang baru yang mendekatinya, adanya jemuran kain yg berwarna mencolok di sekitar peternakan, adanya suara radio dengan lagu dangdut dll. Hal-hal baru tersebut biasanya tidak disadari oleh para peternak, yang terlihat hanyalah sapi mereka berperilaku lain dari biasanya, bisa berupa tidak mau segera makan, berkumpul di suatu sudut kandang, atau menjadi tidak penurut dll. Berhati-hatilah dan waspadai adanya sesuatu yang baru yang akan membuat meraka takut. Sapi yang berperilaku kalm, dia akan melihat dan menatap sesuatu yang baru dan mereka takuti, ini dapat memberikan petunjuk pada diri anda di arah mana dan apa yang membuat mereka hawatir atau takut. Sedangkan sapi yang lebih liar, dia akan secara langsung bereaksi dengan melarikan diri dari sesuatu yang dia takuti.
  3. Indera pendengaran / kuping mereka sangat sensitif, jauh lebih sensitif dibanding dengan pendengaran kita sebagai manusia, terutama pada suara frekuesi tinggi.
  4. Kedua mata sapi terpisah berjauhan, sehingga masing2 matanya bisa melihat ke arah dua sudut yang berbeda. Letak kedua mata tersebut memungkinkan mereka dapat melihat kebelakang tanpa menoleh, sehingga mereka bisa tetap mewaspadai binatang pemangsa yang datang dari belakang saat merumput.
  5. Perkenalkan segala prosedur rutin secara perlahan sabar dan bertahap. Rahasia menangani sapi adalah mengenalkan dan melatih mereka terhadap cara kerja anda dalam merawat mereka, secara perlahan, sabar , bertahap, tanpa menggunakan kekasaran apalagi kekerasan, jangan sekali-kali menyakiti mereka saat pertama kali memperkenalkan pada prosedur baru apaun itu. Berjalanlah dengan langkah yang tetap disekitar mereka, jangan terlalu sering mengganggu mereka, agar mereka tidak merasa hawatir tetapi justru merasa aman dengan keberadaan anda disekitar mereka.
  6. Maksimumkan hubungan timbal balik antara anda dengan sapi. Anda tidak harus seperti Tarzan atau Dr Dolittle, dalam menjalin hubungan dengan binatang2 peliharaan anda, tapi kalau anda mampu itu sangatlah baik. Hubungan anda dengan sapi-sapi anda, pasti dapat di bina dan di kembangkan , karena sapi pada dasarnya adalah mahluk sosial juga seperti anda dan saya. Sapi dapat dan dengan senang hati menerima adanya TATANAN SOSIAL digerombolan atau di kelompoknya, mereka selalu tunduk dan hormat terhadap pimpinan dan sapi lain yang lebih tinggi rangkingnya didalam kelompoknya (ngedumel juga kali kaya kita kadang2). Jika selama ini semua tindakan yang anda lakukan terhadap mereka secara konsisten tidak pernah menyakiti dan jika mereka selalu mengikuti kemauan anda mereka juga selalu mendapatkan kesenangan / imbalan/ reward yang dapat berupa makan, minum atau ketentraman dan keamanan. Maka mereka akan tunduk dan hormat (respect) terhadap diri anda. Ditambah lagi dengan kekuatan anda untuk menDominasi mereka, maka mereka akan siap dan mudah anda kendalikan sesuai dengan kemauan anda.
  7. Amati dan fahami betul tatanan sosial di kelompok sapi-sapi anda. Jenjang tatanan ini merupakan landasan dasar mereka dalam berkelompok. Selalu ada satu Sapi yang mereka anggap Boss nya. Untuk melihat dan mencari sapi yang mana yang mereka anggap boss, adalah sangat mudah, perhatikan sapi mana yang berperilaku Paling Bossi (Bossiest), yang paling agresive dan ingin selalu nomor satu saat diberi makan atau saat mau minum, dan sapi-sapi lainnya akan minggir dan mengalah terhadap sapi tersebut. Setelah beberapa kali anda mengamati maka akan jelas dan pasti dalam menentukan yang mana TOP Sapi nya, dan dialah Boss Sapi di kelompoknya. Boss sapi tidak akan pernah bertarung untuk berebut posisi, karena dia tahu bahwa kelompoknya harus menghormatinya. Yang sering bertarung justru tingkatan dibawah dalam usahanya untuk menaikan rangkingnya, pertarungan serius yg paling sengit dan kadang membahayakan adalah pertarungan untuk memperebutkan posisi kedua setelah Boss Sapi. Boss Sapi mempunyai kemampuan mengontrol kelompoknya secara psikologis, tanpa harus melakukan tindakan-tindakan kekerasan atau memaksa, perilaku ini sangat bisa diterima di kelompoknya. Anda harus mampu dan selalu berusaha meniru cara Boss Sapi melakukan kontrol terhadap kelompoknya, tidak berarti anda harus merangkak seperti sapi, yang saya maksud untuk ditiru adalah cara Boss Sapi melakukan Mind & Psi control terhadap kelompoknya, serious penuh wibawa, percaya diri, teguh dan tidak pernah ragu, tanpa memaksa ataupun menyakiti. Jika anda mampu bertindak dan berperilaku demikian terhadap sapi-sapi anda maka anda pasti dapat menguasai kelompok sapi anda. Tidaklah mengherankan apa yang pernah saya utarakan terdahulu bahwa, satu orang setua apapun dia, jenis kelaminnya apapun, postur tubuhnya bagaimanapun, mampu menggembala puluhan sapi dengan sangat mudahnya. Yang jelas saya perhatikan amati dan pelajari, saat mereka memberikan perintah sesuai dengan keinginannya, si Penggembala tersebut tidak pernah cengengesan, apalagi ragu – Ayo ke kanan ehh salah ke kiri, kesana eeeh salah kemari – hal seperti ini tidak pernah terjadi dan jangan sampai terjadi. Nada suaranya pun sangat konstan dan menggunakan perintah yang sama walaupun saya juga tidak mengerti apa dasar bahasa yang di pakainya, seperti Hop Reh untuk belok ke kanan, Hal untuk berhenti. Dur untuk mundur. Anehnya untuk setiap daerah bahkan untuk tiap gembala, mereka punya aba-aba tersendiri yang hanya bisa di mengerti oleh sapi mereka sendiri. Didaerah Subang saya pernah melihat dan mendengar aba-aba Ca-ca untuk belok kiri, Huuuu untuk belok kanan, Hessss untuk berhenti, dan macam-macam lainnya.

II. PENCIUMAN

Setiap binatang mempunyai kelebihan dan ke unggulan masing-masing, terutama dalam upaya untuk membela diri dan bertahan hidup. Ada yang di karuniai kemampuan lebih guna mencari mangsa, ada juga yang mendapat karunia lebih guna mempertahankan diri dari serangan binatang pemangsa. Namun kedua karunia yang berlawanan tersebut selalu di barengi dengan kemampuan masing2 untuk mencari makan dan minum.

Sejak dahulu kala saya sangat mengagumi dan sungguh terpikat dengan “kemampuan lebih”, yang di miliki oleh tiap jenis binatang yang hidup di sekitar kita, terlebih lagi pada binatang-binatang liar yang hidup di alamnya masing-masing, mulai dari semut dan kutu air sampai gajah dan ikan paus, burung emprit dan albatros.

Tidak jarang sanak saudara teman dan sahabat, bahkan orang tua dan nenek kakek , sering menilai dan menyebut saya sebagai “Sinting, Edan, Gila, Nyentrik, Autis, dalaisegai”. Sebaliknya saya selalu menganggap mereka yang menilai tersebut (mohon maaf pada semuanya) sebagai orang yang “Sangat Aneh dan sangat merugi”, karena mereka tidak bisa melihat merasakan apalagi mengagumi Karunia Tuhan yang di berikan pada para binatang tersebut. Sangatlah mujur bagi kita sekarang ini , karena ada sekelompok orang yang mengagumi hal tersebut, kemudian mengabadikannya untuk selanjutnya di suguhkan kepada masyarakat diseluruh dunia, melalui program National Geography yang di tayangkan melalui televisi. Sehingga untuk mengetahui, menikmati dan mengagumi kelebihan yang di karuniakan pada binatang , anda tidak harus mendapat predikat-predikat tersebut diatas.

Sapi yang tergolong binatang Termangsa (prey), dia harus selalu mewaspadai keadaan lingkungan, dia selalu berusaha untuk mengetahui kehadiran binatang Pemangsa. Indera yang paling diandalkan untuk tujuan ini adalah indera PENCIUMNAN.

Melalui penciuman ini meraka dapat mengevaluasi keadaan di sekitarnya, mengenali kelompoknya, mengenali anaknya, bagi si anak untuk mengenali ibunya. Sapi sama persis dengan anda sebagai Manusia, yaitu menggunakan Hidung dan Mulut untuk Mencium. Hanya saja Sapi lebih bijak dalam menggunakan Mulutnya saat mencium, sehingga Penciumannya jauh lebih tajam atau sensitif dibanding anda.

Perhatikan saat Sapi menggunkan indera penciumannya guna mengamati lingkungannya:

  1. Mengangkat kepalanya atau menengadahkan kepalanya.
  2. Mulutnya terbuka
  3. Lidahnya rata lekat kebawah.
  4. Bibir atas melipat atau menggulung ke belakang
  5. Menghirup udara melalui mulutnya, sehingga udara yg di hisap tsb langsung mengarah ke bagian atas mulutnya yg di sebelah dalam (langit-langit mulut nya). Di langit-langit inilah letak organ indera penciuman kedua yang sangat sensitif, katanya organ tsb namanya Jacobson’s organ.

Untuk meneliti sesuatu yang dekat dengan dirinya Sapi hanya menggunakan hidungnya (mengendus). Itulah sebabnya mengapa anak sapi selalu menciumi badan ibunya sebelum menyusu, terutama jika dia pernah mengalami salah nyusu pada induk yg lainnya, kemudian di tendang atau di seruduk oleh induk yg lain tersebut. Sehingga anak sapi tersebut akan lebih hati-hati , selalu melakukan check & rechecking Demikian juga induk sapi, dia bisa memanggil anaknya dengan suaranya, dia bisa melihat anaknya dengan matanya, tetapi tetap harus menciumi badan anaknya sebelum menyusui nya.

Induk sapi sering membiarkan anaknya bermain atau merumput menjauhi dirinya, induknyapun sering meninggalkan anaknya untuk merumput atau sekedar berteduh di tempat lain. Namun jika kita amati dengan seksama, mereka selalu akan bertemu kembali di tempat terahir mereka berpisah. Atau arah dan tujuan yang pertama di datangi untuk saling mencari, selalu tempat terahir mereka berpisah tersebut. Jika tidak saling bertemu disitu, maka mereka masing2 akan mengendus-ngedus tanah dalam menelusuri jejak anaknya.

Penciuman juga merupakan alat yang sangat vital dalam bersosialisasi dengan kelompoknya. Sapi jantan dapat mengetahui adanya betina yang mulai birahi, sedang birahi atau paska birahi, melalui penciumannya.

Lalu apagunanya kita memahami masalah cium mencium Sapi ini ????.

Jawabannya Banyak sekali Boss !, Yang paling utama untuk mengelabui atau ngibulin Sapi.

Contohnya:

  • Anak sapi yang masih menyusui mati karena asuatu alasan tertentu. Kulitnya anak sapi tersebut jangan di buang, Jika anda beli anak sapi lain, pakaikan atau kenakan , kulit anak sapi tersebut pada anak sapi yang baru. Dijamin induk si almarhum, akan tetap mau menyusuinya, setelah mencium kulit almarhum anaknya tersebut.
  • Jangan menggunakan odor atau parfum baru saat menangani sapi, terutama yang sedang ngadat. Karena anda akan di kira orang atau mahluk lain yang tidak dia kenal, sehingga sapi tersebut akan lebih sulit ditanganinya. Misal saat menyuntikan vaksin, atau melakukan kawin suntik dll. Pergunakanlah pakean kerja /overall yang sama dan tidak perlu di cuci dahulu, untuk menangani sapi yang baru datang, sehingga mereka cepat mengenali anda.
  • Lumurilah seluruh badan anda dengan kotoran anak sapi , baik yang padat maupun yang cair, maka anda segera mendapat fasilitas menyusu langsung dari putting induk sapi tersebut, tanpa adanya resistensi. Silahkan mencoba.

III. BAHASA TUBUH SAPI

Pernahkah anda di Seruduk tanduk Sapi, atau di sepak dan di injak-injak sapi ????

Bagi yang belum pernah silahkan segera mencobanya. Bagi yang pernah, mari kita ingat2 dengan seksama kejadiannya. Yang di ingat bukan bagaimana saat anda dirawat di rumah sakit, lalu bertemu dengan perawat cantik yang manis budi serta baik hati, sehingga anda tidak bersedia pulang walaupun sudah pulih seperti sediakala. Yang perlu kita ingat adalah beberapa saat sebelum kejadian penyerangan oleh si Sapi, apa dan bagaimana gerakan awal yang di lakukan Sapi tersebut. Kalau lupa atau tidak ingat, silahkan coba lagi kejadian yang pernah anda alami tersebut.

Anda sebetulnya mampu memprediksi gerakan (action) mereka, dengan membaca “Bahasa Tubuh Sapi”.

Sapi adalah binatang beleher panjang, bagian depan badannya lebih besar dan berat. Dengan sendirinya Sapi mengandalkan momen atau gaya gerak Kepala dan Lehernya, untuk menjaga keseimbangan berdirinya, serta untuk Menggerakkan Tubuhnya.

Dengan demikian sebelum memulai suatu gerakan, terutama yang banyak menggunakan tenaga dan moment, maka Tubuh Bagian Depan ini akan mengawali gerakan tersebut.

Berarti dengan mengamati gerakan awal pada tubuh sapi bagian depan, maka kita bisa mengetahui, gerakan apa dan bagaimana yang akan dia lakukan. Se simpel dan se-sederhana itulah yang di sebut “Bahasa Tubuh Sapi”

Beberapa Bahasa Tubuh Sapi yang mudah di fahami:

Saat bertatap muka dengan Sapi, perhatikan:

  1. Jika salah satu Pundaknya turun, maka dia akan berpaling ke arah Pundak yang menurun tersebut.
  2. Jika Kulit di bagian pundaknya Mengkerut, maka dia akan berpaling dengan sangat cepat kearah pundak yang kulitnya mengkerut tersebut, bahkan mungkin akan berputar ke arah tersebut.
  3. Jika posisi Kepala menunduk jauh di bawah pundak, dia siap menyerang dan menghajar anda yang sedang berada di depannya.
  4. Jika posisi Kepala rata, normal, dia tidak memperdulikan keberadaan anda sebagai suatu yang membahayakan dirinya, atau sedang mengevaluasi pendapat awalnya tadi (Bener nggak sih pendapatku tadi bahwa dia ok, nggak bahaya)
  5. Jika posisi Kepalanya diatas pundaknya, dia sedang ketakutan atau nervous
  6. Jika Matanya menatap tajam terus menerus, dia sudah berminat untuk menyerang anda, tinggal menunggu kapan munculnya alasan pemicu. Ini persis kelakuan anda saat sudah berdandan serapih dan se keren mungkin, bertemu dengan kenalan lama yang sudah lama sekali tak pernah berjumpa, anda ragu apakah dia masih ingat pada diri anda, sehingga mata anda terus mengikuti gerakan wajah dia, bibir siap tersenyum, hati berdebar-debar. Saat dia menoleh , tersenyum dan beradu pandang, maka serta merta andapun tersenyum lebar, emosi anda bergelegak gembira. Padahal dia menoleh dan tersenyum pada diri anda, karena heran , geli dan kasihan melihat anda. Jas, dasi, hem tangan panjang, sepatu, kaos kaki, ikat pinggang, warna dan modelnya sangat serasi dan sangat menaikan wibawa wajah anda. Sayang anda lupa mengenakan celana panjang, serta menyisir rambut.
  7. Jika Matanya bergerak gerak dengan cepat, dia sedang ketakutan atau nervous.
  8. Jika Matanya bergerak sangat perlahan, dia sedang mengevaluasi keberadaan anda, membahayakan dirinya atau tidak.
  9. Jika Matanya tidak memperhatikan dan melihat pada diri anda, berarti dia tidak memperdulikan keberadaan anda, yg berarti anda tidak dianggap sebagai sesuatu yang membahayakan dirinya.
  10. Jika Pandangan dan badannya menghidar dan membelakangi anda saat anda hadir, berarti dia bersiap untuk melarikan diri, atau jika hanya membelakngi saja, berarti dia tidak memperdulikan keberadaan anda.
  11. Jika Kepalanya di gerak-gerakan seolah-olah menanduk angin, sambil menatap ke arah anda, dia sedang mengancam anda, jadi jangan dianggap dia sedang menghormati anda, jika anda memantatinya/membelakanginya, dalam hitungan detik anda akan melayang tinggi ke udara. Karena di seruduk dan di tanduk Sapi.

Merespon Bahasa Tubuh Sapi:

  1. Jika Sapi memberikan gerakan - Bahasa Tubuh yang mengancam. Diam di Tempat, tatap dan pelototin balik dengan penuh wibawa ( Seperti di Film OB saat Boss nya nyuruh Push Up, perhatikan wajah dan tatapan matanya). Namun jika anda berdiri terlalu dekat dengan sapi tersebut, sebaiknya anda mundur perlahan-lahan, jangan berbalik badan atau bergerak dengan cepat karena takut. Sapi akan bereaksi lebih ganas dan garang terhadap gerakan yang cepat dan mendadak, dan pasti akan menyerang yang bergerak tersebut, dalam hal ini tubuh anda yang akan di serang dengan sangat garang dan ganasnya.
  2. Membiasakan diri memegang stick, atau batang kayu/bambu di salah satu tangan anda, akan sangat membantu dalam berkomunikasi dengan Sapi. Batang kayu tidak hanya membuat Sapi menjadi ragu untuk menyerang anda, tapi disisi lain, anda juga akan merasa lebih tenang percaya diri. Kedua kombinasi perasaan ini, dengan sendirinya lebih menguntungkan dominasi anda. (Lain halnya kalau Sapi yg memegang Stick, maka anda yang akan menjadi penurutnya).
  3. Jika ternyata Sapi tersebut tetap menyerang, Berteriak lah dengan nada yang setinggi mungkin. Ingat pendengaran sapi sangat sensitip terhadap nada tinggi, sehingga teriakan tersebut diharapkan dapat membatalkan niat sapi tersebut untuk menyerang anda.
  4. Jika Sapi tetap terus menyerang anda, berarti anda belum mengasai Bahasa Tubuh Sapi, jika anda terluka dan harus dirawat maka anda mendapatkan kesempatan yang sangat baik untuk mengulangi lagi pelajaran ini di mulai dari Psikology Sapi.

Cara terbaik untuk mencegah kecelakaan saat ber interaksi dengan sapi-sapi anda adalah:

Latihlah mereka, dengan cara yang tidak menakut-nakuti, memaksa, dan menyakiti mereka. Sehingga mereka bisa memahami apa yang anda inginkan dari mereka, dan mereka bisa menerima anda sebagai Boss Sapi di kelompok sapi-sapi anda tersebut.

Selasa, 07 Mei 2013

Teknologi Penggemukan Sapi Bali

Bali merupakan daerah yang ideal untuk pengembangan Agribisnis Sapi Bali sendiri, karena didukung oleh beberapa faktor antara lain:

  1. Dukungan Suberdaya Alam: agro-ekosistem didominasi oleh lahan kering termasuk padang penggembalaan. Padang rumput yang mencukupi, belum lagi potensi limbah tanaman pangan, dedak padi dan jagung sebagai sumber pakan penguat juga lebih dari cukup, bahkan banyak diantarpulaukan.
  2. Dukungan Sumberdaya Ternak: dalam perjalanan waktu hampir satu abad sapi Bali tetap eksist.
  3. Dukungan Sumberdaya Manusia: secara tradisional ternak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem usaha tani yang tidak terpisahkan dengan kehidupan petani. Perilaku seperti ini tidak lepas dari tujuan petani memelihara sapi yaitu sebagai tabungan (yang paling utama), sebagai tenaga kerja pengolahan lahan, sebagai sumber penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari, untuk biaya naik haji dan sebagai sumber penghasilan setengah tahunan (penggemukan) serta alasan-alasan lain.
  4. Dukungan Ketersediaan Teknologi: teknologi untuk mendukung pengembangan agribisnis sapi Bali cukup tersedia, baik untuk pembibitan maupun penggemukan, baik berupa paket teknologi maupun komponen teknologi.
  5. Permintaan Pasar: pasar untuk sapi sangat baik, permintaan dari dalam maupun dari luar negeri terus meningkat. Pemotongan ternak yang tercatat selama sepuluh tahun terakhir menunjukkan peningkatan.
  6. Peternakan Rakyat: sifat dari pemeliharaan ternak sapi di Indonesia pada umumnya dan di Bali pada khususnya adalah peternakan rakyat yang bersifat usaha sambilan, dengan kepemilikan rata-rata 2 ekor/orang.


MEMILIH BAKALAN

Memilih bakalan yang tepat untuk digemukkan merupakan langkah awal yang sangat menentukan bagi keberhasilan usaha penggemukan sapi. Beberapa kriteria sapi bakalan adalah:

  • Sapi jantan,
  • Umur > 2,5 tahun (Minimal Gigi Tetap 2 Pasang),
  • Memenuhi tanda sapi Bali Normal,
  • Sehat/tidak sakit, tenang,tidak mudah terkejut dan tidak liar,
  • Tidak cacat,
  • Tulang/rangka besar,
  • Kepala pendek/persegi,
  • Leher pendek,
  • Kurus tapi sehat (tidak sakit),
  • Akan lebih baik kalau mengetahui Bapaknya (dari keturunan yang baik),
  • Nafsu makan tinggi.

PENDUGAAN UMUR

Untuk mengetahui umur sapi dapat menggunakan pendekatan pergantian gigi. Pada prinsipnya taksiran umur dengan metode gigi sapi adalah memperhitungkan pertumbuhan, penggantian dan keausan gigi sapi. Pertumbuhan gigi sapi sendiri terbagi tiga periode yakni periode gigi susu, periode penggantian gigi susu menjadi gigi tetap serta periode keausan gigi tetap.

  1. Sapi yang memiliki gigi susu semua pada rahang bawah, mempunyai usia sekitar 1 tahun
  2. Sapi yang memiliki gigi tetap sepasang pada rahang bawah mempunyai usia sekitar 1-1,5 tahun
  3. Sapi yang memiliki gigi tetap dua pasang pada rahang bawah mempunyai usia sekitar 2-2,5 tahun
  4. Sapi yang memiliki gigi tetap tiga pasang pada rahang bawah mempunyai usia sekitar 3-3,5 tahun
  5. Sapi yang memiliki gigi tetap empat pasang pada rahang bawah mempunyai usia sekitar 4 tahun
  6. Sapi yang memiliki gigi tetap sudah aus semua pada rahang bawah mempunyai usia diatas 4 tahun.

MANAGEMEN PAKAN

Penyediaan

  1. Yang paling tradisional adalah ambil dari alam (ngarit/ngawis)
  2. Paling dianjurkan adalah menanam. Salah satu teknologinya adalah dengan Sistem Tiga Strata (3S) yaitu :
    • Strata Pertama: dengan menanam rumput-rumputan (Rumput Setaria, Rumput Raja, Rumput Gajah dan lain-lain, dan legume merambat/legume herba (Arachis, Centro, Clitoria dan lain lain). Digunakan untuk penyediaan pakan musim hujan (Desember - Mei).
    • Strata Kedua: dengan menanam hijauan semak atau pohon kecil seperti Gamal, Lamtoro, Turi, Banten, Kelor dan lain-lain. Digunakan untuk pakan di musim pertengahan (Juni - September).
    • Strata Ketiga: dengan menanam hijauan pohon seperti Nangka, Waru, Beringin dan lain-lain. Digunakan pada puncak musim kemarau (Oktober-November).
  3. Memanfaatkan limbah pertanian (Jerami, berangkasan kulit kacang-kacangan dll), limbah industri (dedak padi, ampas tahu, bungkil kelapa dll).
  4. Mengawetkan : Dalam bentuk kering (Hay) dan bentuk segar (Silase).

Sumber gizi atau nutrisi yang dibutuhkan ternak bersumber dari : Hijauan (rumput, legum, daun-daunan), limbah tanaman (jerami), limbah industri (dedak padi, ampas tahu, bungkil kelapa), ransum jadi/pabrik

Jenis Rumput untuk Pakan di Musim Hujan

Setaria Clitoria

Jenis Semak atau Pohon Kecil untuk Pakan di Musim Pertengahan

Gamal
Kelor Lamtoro

Kebutuhan Pakan (Nutrisi)

Kandungan Protein Kasar (PK) pada pakan untuk sapi yang digemukkan sekitar 10 % dari komposisi pakan, dan Energi sekitar 50% dari Bahan Kering pakan.

Pemberian

  1. Macamnya (rumput- rumputan, daunan, kacang-kacangan, konsentrat, pakan tambahan/suplemen,probiotik )
  2. Kandungan Protein pakan sekitar 10%, diperoleh dari Hijauan (Gamal,Rumput Gajah,dll), makanan Penguat seperti dedak,ampas tahu,dll.
  3. Jumlahnya (Hijauan minimal 10 - 15 % dari Berat Badan (BB) + Pakan penguat 1-2% BB + Pakan Tambahan/probiotik/UMB).
  4. Porsi Rumput : Legum = 60 : 40 % atau 75 : 25 % tergantung dari ketersediaan legum. Artinya kalau berat badan awal 200 kg, perkiraan kebutuhan hijauan 10 -15 % dari BB, KEBUTUHAN PAKAN (NUTRISI) PEMBERIAN Teknologi Penggemukan sapi Bali FEATI-BPTP NTB 11 maka diperlukan 20 - 30 kg hijauan terdiri dari 12 - 18 kg rumput + 8 - 12 kg legum/ekor/hari atau 15 - 22,5 kg rumput + 5 - 7,5 kg legum/ekor/hari.
  5. Pemberian pakan penguat/konsentrat (seperti Dedak padi, Ampas tahu, bungkil kelapa dll) sekitar 1 - 2 % dari BB, artinya 2 - 4 kg/ekor/hari
  6. Pemberian pakan pelengkap (probiotik, sumber mineral/Urea Molases Blok/Urea Mineral Molases Blok) tergantung jenis produknya. Untuk beberapa merk probiotik biasanya cukup dengan 1 sendok makan per ekor per hari.
  7. Frequensi pemberian, makin sering makin baik (2 - 3 kali sehari semalam). Hindari pemberian sekaligus karena akan banyak tersisa/terbuang.

Pengawetan Hijauan Makanan Ternak (HMT)

Pengawetan yang dapat dilakukan dan kemungkinan dapat diadopsi oleh petanipeternak adalah pembuatan silase dan pembuatan hay.

Pembuatan Silase

Pembuatan silase di dalam tanah dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : sebelumnya telah dibuatkan lubang pada tanah dengan kedalaman kurang lebih 1,5 m, diameternya kurang lebih 1,25 m dapat menampung sekitar 250 - 300 kg bahan pakan. Tempat Pembuatan : Tempat pembuatan silase disebut "Silo" Silo dapat berupa menara, sumur gali atau tumpukan hijauan yang disusun di atas permukaan tanah.

Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan silo adalah:

  • Lokasi dekat kandang, pada tempat yang lebih tinggi agar tidak tergenang air.
  • Dasar silo dibuat miring ke satu sisi untuk memperlancar drainase.
  • Dasar silo dilapisi dengan plastik. Ukuran silo 1,8 m - 1,2 m x 3 m x 1,5 m dengan kapasitas sekitar 3,5 ton

Bahan: Pada prinsipnya semua jenis hijauan yang disenangi ternak dapat diawetkan menjadi silase.

  • Gunakan hijauan yang tidak terlalu muda, tetapi jangan terlalu tua, yang baik adalah sebelum berbunga
  • Kalau berupa batang panjang, maka perlu dipotong-potong 10-15 cm
  • Kadar air perlu diturunkan dengan cara dikeringanginkan, atau dilayukan
  • Sebagai pengawet, dapat digunakan dedak halus sebanyak 5% dari total bahan.

Cara Pembuatan:

  1. Masukkan bahan hijauan yang sudah dilayukan kedalam silo sambil diinjak-injak dengan ketinggian sekitar 30 cm (setinggi lapisan pertama). Taburkan dedak padi secara merata
  2. Masukkan kembali bahan hijauan sambil diinjak-injak untuk membuat lapis kedua, kemudian taburkan dedak padi secara merata
  3. Demikian seterusnya sampai sekitar 5-6 lapis
  4. Selanjutnya ditutup rapat dengan plastik dan di timbun dengan tanah
  5. Dengan cara ini silase dapat diawetkan dalam jangka lama (3 - 4 bulan)

Cara Pemberian Silase pada Ternak

Ciri-ciri silase yang baik adalah :

  1. Warna daun masih hijau,
  2. Tekstur daun masih utuh seperti ketika dimasukkan,
  3. Kadar amonia rendah (<10 persen)
  4. pH daun sekitar 4-5.

Pembongkaran silo (tempat membuat silase) dapat dilakukan setiap waktu setelah silase jadi (sekitar 20-30 hari).

  1. Ambil silase sesuai kebutuhan. Berikan pada ternak sekitar 10% dari berat badannya.
  2. Karena belum terbiasa, maka perlu dilatih terlebih dahulu. Jangan berikan hijauan lainnya
  3. Pemberian sedikit demi sedikit/berangsur angsur

Pembuatan Hay

Hay adalah hijauan pakan yang dikeringkan dengan cara tertentu yang bertujuan untuk menekan kadar air serendah mungkin sehingga dapat disimpan dan tidak mengalami kerusakan selama penyimpanan, sebelum diberikan pada ternak.

Hay umumnya diberikan kepada ternak sebagai pakan di musim kemarau pada saat produksi hijauan segar telah berkurang atau sulit diperoleh. Limbah pertanian seperti jerami padi, limbah kacang tanah, jagung, kacang hijau dan lainnya juga dapat dibuat hay.

Pengeringan hijauan untuk dijadikan hay dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan pengeringan secara alamiah dan dengan menggunakan mesin. Pengeringan secara alami, yang dapat dilakukan dengan mengeringkan di bawah sinar matahari/dijemur secara langsung atau mengangin-anginkan di bawah naungan rumah, pepohonan, gedung dan lain-lain. Perhatikan agar tidak terkena hujan sehingga mengakibatkan pembusukan dan rusaknya hijauan serta nilai gizinya menjadi sangat rendah yang tidak bermanfaat lagi bagi ternak.

Pengeringan dengan menggunakan mesin.

Pengeringan dengan cara ini oleh petani kita tidak dilakukan karena membutuhkan modal yang cukup besar, untuk membeli alat pengering/oven.

Cara Pemberian Hay pada Ternak

Hay (hijauan kering) dapat diberikan langsung pada ternak. Khususnya pada ternak sapi pada daerah-daerah kering sudah terbiasa memakan pakan ini sehingga tidak memerlukan waktu lama untuk beradaptasi. Kemungkinan bagi ternak sapi yang berasal daerah basah atau yang dipelihara pada sekitar daerah persawahan tidak terbiasa dengan pakan jenis ini sehingga butuh waktu dan latihan untuk dapat memakannya.

Sediakan lebih banyak air minum untuk ternak yang diberi pakan hay karena ternak yang diberi pakan hay membutuhkan air minum yang lebih banyak.


PENGANDANGAN

  • Untuk penggemukan prinsipnya bagaimana supaya ternak tidak banyak bergerak, kandang tidak perlu luas, cukup 1,15m x 2 m per ekor,
  • Lantai miring ke belakang,
  • Harus ada tempat pakan (prako),
  • Harus selalu dalam keadaan bersih, tidak lembab,
  • Kotoran dibersihkan/kumpulkan untuk kompos,
  • Drainase sekitar kandang harus baik, tidak boleh ada genangan air sehingga kandang tidak lembab,
  • Ventilasi cukup untuk pencahayaan yang baik

PEMELIHARAAN KESEHATAN

  • Diduga bahwa hampir semua sapi yang dipelihara secara tradisional pada kondisi petani sudah terserang penyakit cacingan. Oleh karenanya disarankan pada awal penggemukan agar sapi bakalan diberikan obat cacing, kemudian diulang kembali setiap 3 - 4 bulan.
  • Pemberian vitamin setiap tiga bulan atau sesuai keperluan misalnya pada saat pergantian musim.
  • Kandang harus dibersihkan setiap hari, tidak becek, tidak ada genangan air.
  • Sebaiknya dimandikan sambil badannya digosok-gosok.
  • Bila ternak sakit segera hubungi petugas kesehatan hewan atau dokter hewan terdekat.
  • Mencegah lebih baik daripada mengobati.

LAMA PENGGEMUKAN

  1. Untuk sapi Bali di tingkat petani umumnya penggemukan dilakukan selama 4 bulan, 6 bulan , 12 bulan bahkan ada yang lebih lama tergantung besarnya bakalan dan target yang ingin dicapai oleh peternak. Dalam hal ini dianjurkan paling lama 6 bulan saja.
  2. Pertambahan Berat Badan Harian (PBBH) pada sapi Bali antara 0,4 – 0,8 kg/ekor/hari atau rata-rata 0,5 kg/ekor/hari, meskipun di tingkat petani lebih banyak yang kurang dari 0,4 kg/ekor/hari.
  3. Dengan demikian kalau diambil angka rata-rata 0,5 kg/ekor/hari maka penggemukan selama 4 bulan (120 hari) akan mendapatkan Pertambahan Berat Badan sebanyak 60 kg/ekor, 6 bulan (180 hari) tambahan berat badan 90 kg dan 12 bulan tambahan 180 kg/ekor.
  4. Menduga bobot badan sapi Bali Mengetahui bobot badan sapi paling akurat menggunakan timbangan, namun demikian jika tidak ada timbangan dapat dilakukan dengan mengukur "Lingkar Dada" menggunakan pita ukur.

CARANYA: ukur lingkar dada sapi (posisi dibelakang kaki depan) dengan tali ukur (meteran kain), kemudian cocokkan dengan tabel yang ada seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

CARA PEMBACAAN TABEL: Jika lingkar dada menunjukkan angka 155 cm, maka cari angka 150 pada sisi kiri tabel dan cari angka 5 pada sisi atas, kemudian ditarik garis sampai bertemu antara garis datar dengan garis menurun, maka ditemukan angka 224, artinya sapi dengan lingkar dada 155 cm memiliki bobot badan sekitar 224 kg.

Tabel Berat Badan Sapi